Halo Reader's...!!! Balik lagi dengan saya Erik Husaeni dari Institut Teknologi Nasional Bandung Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota di blog kali ini saya akan membahas tentang APA SAJA MASALAH PERKOTAAN nah loh apa hayo.... sebelum kita beralih ke materi pasti Reader's semua bertanya-tanya "kenapa sih kok jurusan pwk bikin blog?" eits jangan salah loh kami para planner juga membuat vlog loh buat kalian yang sedikit kepo why?? gitu jurusan pwk buat blog sama vlog penjelasannya ada di youtube channel saya di https://www.youtube.com/channel/UCf4tGNyT8J43Fd2n_pgddNQ?disable_polymer=true jangan lupa di cek ya Reader's. Karna pengenalannya sudah kita lanjut ke materinya
Kadang kalian bertanya-tanya '' Apa aja sih masalah yang ada di kota?'' untuk menjawab pertanyaan tersebut saya sudah merangkum 4 buah pertanyaan yang akan saya jawab seputar masalah perkotann langsung aja
- Mengapa Angka perpidahan penduduk ke daerah perkotaan semakin banyak?
- Bagaimana cara mengurai kemacetan di jalan raya yang seolah sudah menjadi kebiasaan sehari-hari?
- Angka pertumbuhan bangunan di perkotaan semakin tinggi bagaimana pengaruhnya terhadap ruang terbuka hijau di daerah perkotaan?
- Pencemaran air di wilayah perkotaan semakin tinggi, terutama limbah pabrik dan rumah tangga yang setiap hari terus meningkat, bagaimana cara menanganinya?
JAWABAN
Perpindahan penduduk dari desa ke kota sebenarnya bisa di tanggulangi atau di persempit ruangnya apabila pembangunan desa terus di galakan serta lapangan pekerjaan di tingkatkan serta kualitas dan fasilitas pendidikan menunjang maka urbanisasi atau perpindahan penduduk dapat di perkecil karena penduduk akan lebih memilih menetap di kampung halamannya apabila sarana prasarana di daerahnya menunjang serta banyaknya lapangan pekerjaan yang membuat mereka tidak perlu pergi keluar daerah hanya untuk sekedar mecari lapangan pekerjaan dan melanjutkan pendidikan saja karna itu harus adanya pembangunan yang stabil atau seimbang antara pembangunan daerah perkotaan dengan pedesaan.
2.
Kemacetan sudah menjadi hal biasa yang seolah-olah sudah menjadi makanan sehari-hari masyarakat perkotaan, kemacetan dapat di cegah atau di kurangi dengan mulai menaikan harga kendaraan pribadi dan memperbanyak akses publik serta menurunkan tarif transportasi publik dan memudahkan penjangkauan sarana transportasi publik tersebut agar masyarakat perkotaan makin sedikit yang berpergian menggunakan kendaraan pribadi dan memilih menggunakan transportasi publik, selain dapat menambah anggaran negara penggunaan trasprotasi publik juga mempersempit angka kecelakaan di jalan raya terutama pada bulan-bulan tertentu dimana semua masyarakan di perkotaan kembali ke kampung halamannya walau hanya sekedar bertemu orang tua. dengan begitu kemacetan dapat terurai dan angka kecelkaan dijalan raya menurun.
3.
Seharusnya semakin tingginya pembangunan yang ada di perkotaan semakin tinggi pula penanaman pohon di setiap bangunannya dimana seharusnya pemerintah mewajibkan setiap gedung yang di bangun mewajibkan menanam pohon minimal 3 pohon dimana selain bangunan yang menjulang tinggi disitu terdapat pohon yang mendukung sarana oksigen para penghuni bangunan sehingga kualitas udara di perkotaan juga tidak menurun drastis
4. Limbah pabrik dan rumah tangga sudah bukan hal asing lagi di telinga masyarakat yang tinggal di daerah industri juga bagi masyarakat pinggiran sungai karena kedua limbah itu sudah menjadi hal yang seolah wajar berada di sungai padahal tingkat pencemaranya terhadap sumber air sangat tinggi, harus ada kesadaran yang lebih tinggi dari masyarakat tentang membuang limbah rumah tangga serta filterisasi yang harus terus dilakukan saat membuang limbah pabrik agar tingkat pencemaran air menjadi lebih berkurang dan peran serta pemerintah dalam upaya mendukung dan mengayomi upaya masyarakat dalam mengurangi limbah pabrik dan rumah tangga.
Nah, gimana soal dari saya?? Apakah sulit?? Mungkin segitu aja sih untuk blog kali ini jangan lupa baca blog blog saya sebelumnya dan tunggu blog selanjutnya dari saya sekian dan see you wassalamu'alaikum wr wb
Tidak ada komentar:
Posting Komentar